4 macam Olahraga Rentan Menyebabkan Nyeri Lutut

89

lampungkita.id Secara umum olahraga memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan Anda. Tapi di sisi lain, berolahraga terlalu rutin dapat menimbulkan risiko cidera jika tidak hati-hati.Nyeri lutut adalah cidera yang paling sering di alami saat berolahraga. Beberapa olahraga penyebab nyeri lutut, dan berisiko osteoarthitis. Apa saja?

Beragam olahraga penyebab nyeri lutut

Sebuah riset yang dipublikasikan di Journal of Athletic Training, peneliti menemukan bahwa pemain sepak bola, pelari marathon, atlet angkat beban, dan pegulat memiliki risiko lebih besar untuk terkena nyeri sendi lutut dibanding atlet olahraga lain atau yang tidak berolahraga sama sekali. Temuan ini dilaporkan setelah meneliti data kasus radang sendi lutut yang menyebabkan rasa nyeri pada 3.800 atlet profesional.

Pada dasarnya, olahragawan di empat bidang tersebut memiliki risiko osteoarthritis lutut 3 hingga 7 kali lebih besar dibanding orang-orang yang bermain basket, bertinju, menembak, atau atletik. Dari keempat olahraga tersebut, atlet angkat beban memiliki risiko paling besar, disusul dengan pesepak bola.
Mengapa keempat olahraga tersebut rentan menyebabkan sakit lutut?

Olahraga yang memiliki risiko cedera lutut terbesar adalah yang paling membebani sendi kaki. Angkat beban dan sepak bola memiliki risiko paling besar sebagai olahraga penyebab sakit lutut karena kedua jenis olahraga ini memberikan tekanan paling besar pada sendi lutut yang bisa berujung pada cedera. Atlet angkat beban terus membebani sendinya dengan beban yang besar dan berulang-ulang. Sama halnya dengan pesepak bola, pelari marathon terus menerus menggunakan sendinya berkilo-kilometer lebih banyak dibanding pelari biasa.

Meski begitu tidak semua olahraga lari menjadi penyebab sakit lutut sendi. Jika Anda berlatih jarak pendek justru mendapat manfaat memperoleh tulang yang kuat dan sendi yang sehat. Begitu juga dengan atlet angkat beban, jika berlatih dengan beban yang sesuai akan mendapat manfaat kesehatan yang diinginkan.

Artinya bila Anda mengalami nyeri di lutut, Anda tidak perlu menghentikan olahraga favorit Anda, namun pastikan melakukan pemanasan sebelumnya, dan jangan memaksa diri terlalu keras. Peregangan yang tepat juga bisa menghindarkan dari sakit persendian selain meningkatkan intensitas olahraga secara bertahap, tidak langsung berat.
Gejala nyeri lutut

Gejala dan tingkat keparahan sakit lutut akibat olahraga dapat bervariasi, tergantung pada intensitas dan penyebabnya. Sendi lutut mungkin hanya mengalami peradangan, bengkak dan nyeri yang bisa hilang segera dengan kompres dingin. Intensitas olahraga yang lebih parah mungkin dapat menyebabkan robekan meniskus.

Tapi biasanya ada tanda dan gejala umum yang muncul jika Anda mengalami nyeri lutut, yaitu:

Otot terasa kaku dan mengalami keterbatasan jangkauan untuk bergerak
pembengkakan di sekitar area dengan rasa nyeri
Kesulitan berjalan karena ketidakstabilan lutut
Kesulitan berjalan naik turun tangga akibat kerusakan ligamen
Tidak bisa menekuk lutut
Terasa sakit saat disentuh
Kemerahan
Ketidakmampuan meluruskan lutut sepenuhnya. (LK002)