Minggu , 24 Maret 2019
Home / Gaya Hidup / Bahaya Kecanduan Bermain Game Bagi Anak

Bahaya Kecanduan Bermain Game Bagi Anak

lampungkita.id Penelitian yang dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Lowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009) menyimpulkan hasil penelitian yang sama bahwa anak-anak yang terlalu sering atau kebanyakan bermain game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Bermain Games dapat membuat anak dan remaja kecanduan, seperti halnya obat narkotika, minuman keras ataupun judi. Maka berikut 5 Bahaya Kecanduan Bermain Game Bagi Anak:

Gangguan Radang Sendi
Pada sebuah penelitian di Inggris dan Amerika Serikat, menemukan penyebab dari sakit dan nyeri yang dialami anak-anak setelah bermain game selama berjam-jam. Yakni kondisi gerakan tangan yang sama dan berulang-ulang saat anak bermain game di handphone. Yang jika sudah sangat lama menggunakannya, maka memberikan dampak cukup parah berupa rasa nyeri yang dahsyat di pergelangan tangan. Masalah lainnya adalah postur tubuhnya yang membungkuk, karena posisi duduk anak yang tidak beraturan (dan kurang baik) saat bermain game.
Gangguan Penglihatan
Seorang play therapist, Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si . Mengatakan bahwa bermain game di handphone, laptop, komputer atau gadget lainnya memang memberkan daya stimulus yang kuat bagi anak, karena adanya gerak dan suara.

Tetapi, terlalu lama bermain game bisa menimbulkan bahaya, dimana menyebabkan anak sering terlalu fokus pada layar saja, yang mengakibatkan tracking pada mata, yang akhirnya menurunkan kemampuan anak dalam membaca.
Gangguan Kesehatan Secara Umum
Saat anak kecanduan bermain games, secara otomatis menatap layar video games terus menerus dalam waktu yang lama, mengakibatkan anak rentan mengalami sakit kepala, nyeri leher hingga gangguan tidur.
Mengalami Masalah Komunikasi
Kegiatan berkomunikasi tidak hanya berupa bicara dan mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi perlu juga memiliki kemampuan membaca ekspresi lawan bicara, serta kondisinya. Anak yang kurang sering bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari, biasanya akan kesulitan untuk memiliki kemampuan ini.
Mengabaikan Kebutuhan Lain
Seharian bermain game membuat anak terisolasi secara sosial. Anak lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain game, dari pada kegiatan penting seperti mengerjakan PR, olahraga, belajar, membaca buku bermanfaat, olahraga, dan berinteraksi bersama keluarga dan teman-teman.

Misalnya terganggunya belajar anak, makan, mandi, tidur, dan anak lebih suka bermain game sendiri di depan komputer dibandungkan bergaul dengan saudara atau teman di lingkungan sekitarnya. (LK002)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 3 =