5 Jersey Resmi Perseru Badak Lampung FC, Ada Aksen Tapis Lampung

161
5 Jersey Resmi Perseru Badak Lampung FC, Ada Aksen Tapis Lampung - Para pemain mengenakan jersey yang akan dipakai selama mengarungi musim kompetisi Liga 1 Nasional 2019. Kiri ke Kanan : Dalmiansyah Matutu (jersey home), Vidal (jersey away), Jefri Kurniawan (third jersey), Yoewanto Stya Beny (jersey kiper home), Ahmad Fauzi (jersey kiper away) 

Bandar Lampung, lampungkita.id Dalam launching tim Perseru Badak Lampung FC, yang berlangsung di GOR Saburai, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu 4 Mei 2019, turut hadir pula Komisaris Perseru Badak Lampung FC Satya Djojosugito.

Kemudian,General Manager of Youth and Technical Advisor of First Team Jaino Matos, CEO Perseru Badak Lampung FC, Marco Garcia Paulo, Kadispora Lampung Budhi Darmawan, Ketua Asprov PSSI Lampung Eddy Syamsu, dan Vice President of Marketing Bukalapak Bayu Syerli.

Dalam kesempatan launching tim tersebut, manajemen juga merilis jersey yang akan digunakan selama satu musim ke depan.

Untuk jersey kandang pemain akan menggunakan warna merah dengan bawahan putih dan kiper memakai jersey berwarna hijau-hijau.

Kemudian, untuk jersey tandang pemain, menggunakan warna putih dengan bawahan merah dan kiper memakai jersey berwarna biru muda.

Sedangkan untuk jersey ketiga menggunakan warna hitam dengan bawahan kuning.
Seluruh jersey tersebut memiliki aksen tapis Lampung di bagian pundak kiri-kanan dan di celana.

Perangi Mafia Bola

Manajemen Perseru Badak Lampung FC berkomitmen penuh untuk menjaga skuat Laskar Saburai, julukan Perseru Badak Lampung FC, dari mafia bola.

Hal tersebut ditegaskan CEO Perseru Badak Lampung FC, Marco Garcia Paulo, saat launching tim dan jersey yang akan digunakan anak asuh Jan Saragih tersebut, di GOR Saburai, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu 4 Mei 2019.

“Kami sampaikan tadi, profesional dan modern. Saya tidak secara khusus bilang, kami akan memerangi mafia bola, tidak. Tapi saya pastikan, kami jaga klub ini, tidak akan ada seperti itu (mafia bola),” tegas Marco disela-sela jumpa pers saat launching tim dan jersey, Sabtu 4 Mei 2019.

“Kami tidak pusing dengan yang di luar. Kami tidak perangi siapa-siapa. Tetapi kami pastikan yang ada di dalam garis kami (Perseru Badak Lampung FC), itu aman,” tambah Marco.

Salah satu kriteria pemain yang direkrut oleh manajemen, lanjut Marco, adalah memiliki integritas.

“Bagi kami integritas sangat penting. Waktu kami pilih pemain, bukan hanya bisa bermain sepak bola saja. Tidak hanya untuk senior, tetapi juga anak-anak yang sedang dalam pembinaan kami (U16). Value (integritas) itu juga harus ada,” tegas Marco.

Langkah antisipasi yang harus dilakukan oleh jajaran manajemen, imbuh Marco, adalah menjaga agar klub sehat.

“Cara memerangi itu (mafia bola) seperti apa? Ya sudah jelas, harus menjadi klub yang sehat. Secara keuangan kami harus sehat. Tidak boleh telat gajian, tidak ada tunggakan dan lain sebagainya. Kalau itu (klub sehat) bisa terjaga, kami pun yakin bisa menjaga tim ini (dari mafia bola),” ucap Marco.

 Salah seorang pemain yang juga dipercaya sebagai kapten tim, TA Musafry mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dari masyarakat Lampung dan terutama para pendukung atau supporters Perseru Badak Lampung FC, Balafans Lampung dan Siger South Stand.

“Saya mewakili teman-teman pemain, sangat mengharapkan dukungan penuh dari supporter BLFC di setiap pertandingan. Karena, dukungan dari masyarakat Lampung dan dari supporter, akan menjadi motivasi bagi kami untuk bisa memenangi setiap pertandingan yang kami jalani,” kata Musafry.

Pemain yang berposisi sebagai penyerang tersebut berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk bisa membawa nama Lampung berjaya di kancah persepakbolaan nasional.

“Mudah-mudahan di 2019 ini, dalam kompetisi yang cukup berat ini, kami akan berupaya dan berusaha semaksimal mungkin, dengan kemampuan yang kami punya untuk kami berikan kepada Perseru Badak Lampung FC dan masyarakat Lampung,” kata mantan pemain Sriwijaya FC tersebut.

Pemain lain yang merupakan putra asli Lampung, Dalmiansyah Matutu, juga memohon dukungan dari masyarakat Lampung, terutama di laga-laga kandang.

“Terima kasih Lampung yang sudah support kami. Tanpa dukungan penuh dari masyarakat Lampung, kami bukan apa-apa,” singkat pemain kelahiran Kalianda, Lampung Selatan tersebut. (*)