THR 2026 Tak Dibayar, Buruh PT San Xiong Steel Indonesia Ngeluruk Ke Kantor Bupati Dan DPRD Lamsel

Lampung Selatan, lampungkita.id Buruh PT. San Xiong Steel Indonesia (SXSI) kembali menggelar unjuk rasa menuntut dibayarkannya hak-hal normatifnya.

Hari ini (6/4/2026), buruh PT SXSI yang tergabung dalam Serikat Buruh San Xiong (SBSX) “ngluruk” ke Kantor Bupati dan DPRD Lampung Selatan (Lamsel)

Hadi Solihin, Ketua SBSX, menjelaskan, SBSX kembali menggelar unjuk rasa karena manajemen PT SXSI kembali abai membayarkan kewajibannya kepada buruh.

“Sampai hari ini gaji kami belum dibayar daei 2025. Sekarang ditambah lagi, THR 2026 tidak dibayar.” ujar Hadi.

Ia menambahkan, unjuk rasa SBSX ke Kantor Bupati Lamsel ini sengaja dilakukan untuk meminta pimpinan tertinggi di Kabupaten Lamsel perduli kepada rakyatnya.

“Bupati selalu absen soal kasus San Xiong, kali ini kami tagih kewajibannya untuk menjaga dan mensejahterakan rakyatnnya.” kata Hadi.

“Soal gaji tahun 2025 yang tidak dibayar PT SXSI, Bupati tidak turun. Sekarang THR 2026 tidak dibayar, Bupati harus turun selesaikan masalah buruh.” tambahnya.

Hadi kemudian menerangkan, unjuk rasa di Kantor Bupati Lamsel diterima oleh Sekretaris Daerah Lamsel. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lamsel dikabarkan berada di Jakarta, dan sempat melakukan video call dengan perwakilan SBSX.

“Dipertemuan, kami sampaikan bahwa Bupati Lamsel harus menemui seluruh buruh PT SXSI, tanpa perwakilan, dan menyelesaikan masalah yang ada di PT SXSI”, kata Hadi.

“Pertemuan SBSX dengan Bupati Lamsel akan dijadwalkan kembali lain hari”, pungkasnya.

Unjuk rasa burih anggota SBSX kemudian dilanjutkan dengan “ngeluruk” ke Kantor DPRD Lamsel.

Namun, anggota DPRD Lamsel tidak ada di kantor. Massa SBSX kemudian membakar ban di depan Kantor DPRD Lamsel sebagai bentuk protes. (*)