Pemerintah Kaji ‘Giant Sea Wall’ Jadi Motor Ekonomi Baru

Jakarta, lampungkita.id Pemerintah tengah mengkaji pengembangan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa agar tercipta titik perekonomian baru tidak hanya di Jakarta. Tanggul raksasa Pantai Utara (Pantura) Jawa, diproyeksikan akan membentang mulai dari Serang, Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

“Kita sedang melihat dan memberikan masukan, melakukan pengkajiannya sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru di tidak hanya Jakarta. Tapi juga di tempat yang akan dibangun giant sea wall, jadi masih tahap seperti itu,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/BPKM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo, Selasa, 12 Mei 2026.

Rosan mengatakan pemerintah menginginkan agar keberadaan tanggul raksasa mendatangkan investasi dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru. Oleh sebab itu, tanggul raksasa Jawa, tidak hanya berfungsi untuk melindungi masyarakat dari ancaman cuaca ekstrem.

“Tidak hanya dibangun giant sea wall-nya saja tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi. Juga memberikan dampak positif terhadap perekonomiannya,” katanya.

Rosan mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk penyempurnaan master plan pembangunan proyek tanggul raksasa. Master plan tanggul raksasa untuk mitigasi bencana dan penggerak pertumbuhan perekonomian.

Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri membahas perkembangan tanggul raksasa Pantura Jawa. Menteri yang hadir yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi Rosan Roeslani.

Selanjutnya Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf. Adapun Menteri AHY mengatakan keberadaan tanggul raksasa dapat menyelamatkan puluhan juta masyarakat di Pantura, termasuk ekonomi.

“Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura sekaligus juga ekonominya. Karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” ujar Menteri AHY. (*)