Ini Penyebab Tekanan Darah Anda Naik

709

lampungkita.id Kapan Anda terakhir kali mengecek tekanan darah? Banyak orang yang tak sadar mengalami tekanan darah tinggi karena kesibukan menjalankan bisnis dan minimnya waktu untuk memeriksakan kesehatan.

Tekanan darah tinggi alias hipertensi bisa memicu berbagai penyakit mematikan, seperti penyakit jantung dan stroke. Bahkan tekanan darah yang naik secara drastis dapat menyebabkan pembuluh darah pecah dan berujung kematian. Bayangkan jika tidak mewaspadai naiknya tekanan darah, bisnis atau usaha Anda akan tersendat.

Tekanan darah merupakan tekanan yang terjadi pada pembuluh darah arteri. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang membawa pasokan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Saat melakukan pemeriksaan tekanan darah, akan ada dua angka sebagai satuannya. Dua angka tersebut terdiri dari angka di bagian atas yang menunjukkan tekanan sistolik, dan angka di bagian bawah yang menunjukkan tekanan diastolik.

Tekanan sistolik menggambarkan tekanan saat jantung berkontraksi, sedangkan diastolik adalah tekanan saat jantung relaksasi. Perubahan pada angka tekanan darah adalah hal yang wajar terjadi. Namun perlu diwaspadai jika kenaikan angka tekanan darah meningkat drastis. Tekanan darah yang meningkat drastis adalah fase yang paling buruk pada penderita hipertensi.

Faktor Pemicu Naiknya Tekanan Darah

Pada dasarnya, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi naiknya tekanan darah. Salah satunya adalah irama sirkadian alias perilaku atau kondisi tubuh, seperti saat menangis, berolahraga dan stres. Kondisi tersebut bisa memicu tekanan darah meningkat. Selain itu ada beberapa penyebab lain, di antaranya:

1. Usia
Pertambahan usia adalah salah satu faktor pemicu tekanan darah tinggi. Artinya, semakin tua seseorang maka kemungkinan mengalami hipertensi pun semakin tinggi. Hal ini terjadi karena pembuluh darah cenderung mengalami pengerasan di usia tua.

2. Obesitas
Kelebihan berat badan alias obesitas bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal itu dikarenakan, lemak yang bertumpuk pada tubuh akan mengganggu sirkulasi darah. Sebuah penelitian mengenai obesitas dan hipertensi pernah dilakukan dan melibatkan 100 ribu anak berusia 3-27 tahun.

Anak dan remaja yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi, dibanding mereka yang memiliki berat badan normal. Maka perlu untuk memastikan bobot tubuh tidak berlebihan agar terhindar dari tekanan darah tinggi.

3. Sensitif Terhadap Garam
Sejumlah ahli lewat berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi terlalu banyak garam bisa memicu hipertensi. Namun, tingkat sensitivitas terhadap garam biasanya berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Bisa jadi, penyebab tekanan darah seseorang naik secara drastis adalah karena ia sangat sensitif dengan garam. Jika ini terjadi, maka penting untuk membatasi konsumsi garam yang masuk dalam tubuh.

4. Alkohol
Kebiasaan mengonsumsi alkohol ternyata tak hanya berbahaya bagi kesehatan seputar perut, namun juga bisa mengganggu tekanan darah. Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah seseorang hingga dua kali lipat.

5. Kontrasepsi
Penggunaan alat kontrasepsi tidak dianjurkan pada wanita yang memiliki riwayat hipertensi. Hal ini karena kontrasepsi biasanya mengandung hormon estrogen atau kombinasi dengan hormon estrogen, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Sebuah penelitian menyebut pemakaian kontrasepsi seperti pil KB atau kontrasepsi oral lainnya memiliki risiko lebih besar dalam meningkatkan tekanan darah tinggi.

Sayangnya, naiknya tekanan darah tinggi sering tidak disadari sehingga menimbulkan dampak berbahaya. Kurang kesadaran dan pola hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan darah tinggi tiba-tiba melonjak. Untuk itu, jika telah mulai merasa gejala seperti lemas dan sakit kepala, segera cek tekanan darah Anda. Bila tekanan darah sudah hampir selalu melebihi 120 mmHg pada tekanan sistolik dan lebih dari 80 mmHg pada diastolik, maka sudah saatnya untuk memperbaiki pola hidup. Sehingga kemungkinan hipertensi pun dapat dicegah.

Beberapa langkah pola hidup sehat yang dapat kamu terapkan adalah dengan:

  • Mengurangi konsumsi makanan yang asin atau mengandung banyak garam.
  • Menghindari obesitas. Berolahraga dan turunkan berat badan bila berlebih.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari stres.
  • Konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran. (LK111)