Olimpiade Tokyo 2020 Akan Perkenalkan Teknologi Pengenalan Wajah

272

lampungkita.id Tak hanya sebagai gelaran olahraga akbar, Olimpiade Tokyo 2020 juga bakal memamerkan sejumlah teknologi canggih, salah satunya penggunaan teknologi pengenalan wajah dalam skala besar.

Sistem pengenalan wajah yang dikembangkan NEC Corp. ini akan digunakan membantu keamanan dengan mengurangi masalah kartu ID palsu atau hilang dicuri.

Nantinya, sistem ini akan mempercepat akses keluar masuk atlet, petugas dan media ke berbagai tempat selama Olimpiade berlangsung.

Dikutip dari Digital Trends, Selasa (26/12/2017), sistem tersebut diperkirakan bisa menangani hingga 400 ribu orang. Alhasil, ini akan menjadi penerapan teknologi pengenalan wajah terbesar dalam acara Olimpiade.

Untuk menyiapkan sistem tersebut, foto wajah harus didaftarkan ke database, sehingga pengenalan wajah bisa mencocokkannya dengan wajah atlet atau para pekerja yang akan hilir mudik di tempat Olimpiade.

Mengingat hajatan ini masih dua tahun lagi, teknologi tersebut akan dipersiapkan secara matang dengan melalui berbagai pengujian. NEC Corp sendiri sudah berpengalaman mengembangkan teknologi pengenalan wajah selama bertahun-tahun.

Pada 2014, teknologi besutannya yang bernama NeoFace menjadi perbincangan karena membantu kepolisian Chicago, Amerika Serikat melacak tersangka kriminal.

Teknologi pengenalan wajah NEC juga digunakan di sejumlah kios makanan cepat saji CaliBurger. Mesin mereka mengenali konsumen dari beberapa kali kunjungan dan menggunakan data tersebut untuk merekomendasikan menu berdasarkan kebiasaan mereka jajan di Caliburger.

Menurut laporan media lokal Yomiuri, sistem pengenalan wajah itu akan terpasang di sekitar 40 venue Olimpiade 2020 dan Paralimpik, yang mungkin mencakup 300-400 ribu orang-atlet, petugas servis, petugas keamanan, dan wartawan.

Sebagai informasi, Olimpiade di Tokyo dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli sampai 9 Agustus 2020 mendatang.(LK002)