Palangkaraya, lampungkita.id – Maraknya kasus tenggelam di wilayah perairan, khususnya sungai, mendapat perhatian serius dari Basarnas Palangka Raya. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai.
Kasi Ops Basarnas Palangka Raya, Maulana Abdilah, menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung, terutama bagi warga yang beraktivitas menggunakan perahu atau bekerja di bantaran sungai. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mengabaikan faktor cuaca dan arus sungai yang bisa berubah secara tiba-tiba.
Basarnas Palangka Raya mencatat, sebagian besar kasus tenggelam terjadi akibat kelalaian, seperti tidak menggunakan alat pengaman serta kurangnya kemampuan berenang. Oleh karena itu, edukasi keselamatan terus digencarkan agar risiko kecelakaan air dapat diminimalisir.
Masyarakat juga diharapkan saling mengingatkan serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat di perairan, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat
”Mengimbau kepada rekan-rekan atau masyarakat yang beraktivitas di air agar menggunakan pelampung atau menyiapkan pelampung di dekatnya. Kemudian juga arus yang kuat dan kondisi cuaca yang buruk, juga sering menjadi penyebab akan tetapi untuk faktor manusia itu lebih dominan menjadi penyebabnya,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, menyatakan kesiapan untuk membackup Basarnas dalam penanganan kasus orang tenggelam di wilayah setempat, meski hingga saat ini belum ada kasus di wilayah ini.
Dukungan tersebut kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Heri Fauzi, meliputi pengerahan personel, peralatan, serta koordinasi di lapangan guna mempercepat proses pencarian dan pertolongan korban.
BPBD juga menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi agar respons darurat bisa dilakukan secara cepat dan efektif, terutama di kawasan rawan seperti sungai dan daerah perairan lainnya di Palangka Raya.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko korban jiwa serta meningkatkan keselamatan masyarakat saat beraktivitas di perairan.
”Dan kembali ke konteks awal, bahwa memang pada saat penanganan orang tenggelam, kami dengan teman-teman Basarnas, fungsi kami membackup, kadang-kadang ketika ada kejadian, kami tanpa diminta, langsung mendirikan tenda posko untuk teman-teman,” ucapnya.
Sepanjang tahun 2026 hingga bulan April ini, Basarnas Palangka Raya menangani sebanyak 26 kasus membahayakan di perairan termasuk orang tenggelam di sungai.
Baru-baru ini, kasus dua korban di DAS Barito, yang terjatuh dari kapal Sabtu, 4 April 2026 malam sekitar pukul 21.00 WIB, ketika KM Mitra Jaya V hendak bersandar di pelabuhan PT MPG untuk mengisi minyak sawit mentah (CPO) di kawasan Dermaga Ujung. (*)






