Bappenas Apresiasi Langkah Unila Bangun Pusat Singkong

Bappenas Apresiasi Langkah Unila Bangun Pusat Singkong (Foto: Humas Unila)

lampungkita.id, Bandar Lampung – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengapresiasi kehadiran National Cassava Center yang digagas Universitas Lampung. Pusat pengembangan singkong tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pangan dan bioekonomi nasional.

National Cassava Center dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, industri, hingga petani. Kehadirannya diharapkan mampu menjawab tantangan pengembangan komoditas singkong di Indonesia.

Rachmat Pambudy mengatakan singkong memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai sektor strategis. Komoditas ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan, energi, hingga bioetanol.

“Kalau saya menunggu 45 tahun, memang pantas saya menunggu. Dan hari ini rekan-rekan di Lampung mewujudkan National Cassava Center,” ujar Rachmat Pambudy, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, pengembangan pusat singkong nasional perlu difokuskan pada penelitian terapan yang berdampak langsung bagi petani. Peningkatan produktivitas dan kualitas pati menjadi target yang harus dicapai bersama.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut peresmian National Cassava Center menjadi awal pembangunan ekosistem singkong yang lebih terintegrasi. Ekosistem tersebut mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, industri, dan petani.

“Melalui National Cassava Center, pengembangan singkong di Lampung dapat berorientasi pada peningkatan produktivitas, kualitas hasil, dan kesejahteraan petani melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan industri,” ucap Rahmat Mirzani Djausal.

Lampung saat ini menyumbang lebih dari 70 persen produksi singkong nasional. Potensi tersebut dinilai perlu didukung dengan peningkatan produktivitas agar mampu bersaing dengan negara produsen tapioka lainnya.

Melalui kolaborasi yang dibangun National Cassava Center, pengembangan singkong diharapkan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Sinergi tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri singkong dunia. (*)