Lampung Selatan, lampungkita.id – Pada peringatan harlah ke-26 Pujakesuma, DPW Pujakesuma Lampung menggelar pagelaran wayang kulit.
Pagelaran wayang kulit ini dilaksanakan di Pendopo Pujakesuma, di Banjar Agung, Jati Agung, Lampung Selatan (1/7/2026).
Ki Gondo Sutoto menjadi Dalang gelaran wayang kulit ini, dengan lakon Semar Mbangun Padepokan.
Dalam sambutannya, Nuryono, Ketua DPW Pujakesuma Lampung, mengatakan, Pujakesuma siap menjadi benteng bagi generasi muda dalam gempuran dampak negatif budaya asing.
“Pendopo Pujakesuma ini menjadi wadah bersama, sanggar untuk melestarikan budaya. Tak hanya budaya Jawa, budaya Lampung dan budaya lain yang ada di Lampung, juga menjadi fokus pelestarian kami.” paparnya.
Nuryono juga menyampaikan bahwa DPW Pujakesuma Lampung akan terus melakukan pembinaan seni budaya di Lampung.
Sementara itu, M Syaiful Anwar, Wakil Bupati Lampung Selatan, dalam sambutannya, mengatakan, dirinya yakin bahwa dengan kebersamaan, gotongroyong, dan kerjasama masyarakat dan Pujakesuma, Lampung Selatan mampu membendung dampak negatif digitalisasi.
“Dengan guyub rukun, Indonesia Emas 2045, akan terwujud”, katanya.
Wakil Bupati Lampung Selatan juga mengatakan 46 tahun menjadi bukti Pujakesuma menjadi perekat persatuan dan kebersamaan yang mewarnai pembangunan.
“Program Desa HELAU yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, tidak cukup dengan membangun jalan dan bangunan. Membangun Lampung Selatan juga membangun kebudayaannya.” kata M Syaiful Anwar.
“Mari kita rawan rasa gotong royong dan kebersamaan ini. Semoga peringatan harlah ke-46 Pujakesuma ini mampu menjadi perekat budaya di Lampung Selatan.” pungkasnya.
Puncak peringatan harlah ke-46 Pujakesuma lalu ditandai dengan pemotongan tumpeng. (*)






