Pesisir Barat, lampungkita.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama Badan Gizi Nasional dan Yayasan Annur Spontan Daya Murni menggelar Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur SPPG Ngambur 2, Pekon Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, Rabu, 21 Januari 2026. Acara peluncuran dihadiri oleh Kapolsek Bengkunat, Koramil Pesisir Selatan, Kepala Dinas PMP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bapelitbangda, Camat Ngambur, Peratin Gedung Cahya Kuningan, Peratin Sukanegara, Kepala Dapur SPPG Ngambur, Korwil MBG Kabupaten Pesisir Barat, serta jajaran Yayasan Annur Jaya Murni Mandiri.
Dalam rilis Diskominfotiksan Kabupaten Pesisir Barat, kegiatan ini diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Armand Achyuni, yang hadir mewakili Bupati Pesisir Barat. Dalam sambutannya, Armand Achyuni menyampaikan penghargaan atas berjalannya Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Ngambur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya Program Makan Bergizi Gratis di Dapur SPPG Ngambur 2 ini,” ujar Armand Achyuni.
Saat ini, menurut Armand Achyuni, Pesisir Barat telah memiliki enam dapur SPPG yang beroperasi, dua dapur yang baru diluncurkan, serta tiga dapur di wilayah 3T Kecamatan Ngambur yang sedang dibangun. Ini bukti nyata bahwa Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto telah dilaksanakan secara bertahap dan sungguh-sungguh di Kabupaten Pesisir Barat.
Program MBG, lanjut Armand Achyuni, merupakan program prioritas nasional untuk persiapan Generasi Emas 2045, sekaligus langkah penting dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Pemerintah daerah mengapresiasi Badan Gizi Nasional, Kepala SPPG, dan Yayasan Annur atas kerja sama dan dedikasinya.
“Berdasarkan laporan Kepala SPPG Ngambur 2, program ini telah menjangkau 1.487 siswa dari PAUD/TK, SD, SMP hingga SMK yang berada di Pekon Sukanegara dan Pekon Gedung Cahya Kuningan,” ujarnya, menambahkan.
Armand Achyuni juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar disiplin memenuhi standar pelayanan dan mutu makanan. Selain itu, juga memastikan koordinasi dengan SPPI dan Badan Gizi Nasional berjalan baik.
“Patuhi seluruh ketentuan terkait kualitas, gizi, kebersihan, dan keamanan makanan, karena makanan ini dikonsumsi anak-anak kita sendiri,” kata Armand Achyuni.
Armand Achyuni juga menambahkan bahwa setiap SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan mutu dan keamanan pangan. Dengan terselenggaranya launching Program MBG ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap layanan makanan bergizi dapat menjangkau lebih banyak anak di seluruh kecamatan.
“Sehingga mereka dapat tumbuh sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih berkualitas,” katanya, mengakhiri. (*)






