Lampung Selatan,
Kondisi ini seperti yang dialami Suwarto, petani asal Dusun V Desa Sidoharjo. Ia mengaku kewalahan karena tanaman padinya banyak yang rusak akibat dimakan tikus, Rabu (4/2/2026).
“Dimakan tikus, batangnya habis. Sudah beberapa kali diperangkap dan diracun, tapi masih saja,” ujarnya.
Suwarto mengatakan, serangan tikus terjadi hampir merata di sejumlah titik persawahan. Akibatnya, beberapa petak sawah mulai terlihat rusak karena batang padi habis digigit dan dimakan tikus.
Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan para petani untuk mengatasi serangan hama tersebut. Mulai dari pemasangan perangkap, pemberian racun, hingga perburuan tikus secara manual menggunakan alat tradisional. Namun, hasilnya dinilai belum maksimal dan serangan hama masih terus terjadi.
Tidak hanya tikus, para petani juga mulai dihadapkan pada ancaman penyakit padi berupa jamur yang muncul dalam beberapa hari terakhir. Untuk mengantisipasi hal itu, petani telah melakukan penyemprotan di area persawahan.
Suwarto menambahkan, berdasarkan pengamatan petani, kemunculan penyakit jamur ini diduga dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi pada musim ini.
“Beberapa minggu terakhir ini curah hujan tinggi, terus mulai muncul kuning-kuning pada daun padi. Biasanya memang seperti itu,” pungkasnya.
Para petani berharap adanya perhatian serta pendampingan dari pihak terkait, baik dari pemerintah desa maupun instansi pertanian setempat, agar serangan hama tikus dan penyakit tanaman dapat segera dikendalikan.
Mereka khawatir apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka produksi padi di wilayah Desa Sidoharjo dan sekitarnya akan menurun, bahkan berpotensi menyebabkan gagal panen di sejumlah lahan persawahan. (*)






