PESAWARAN (lampungkita.id) – Tragedi menimpa tiga mahasiswa Universitas Institut Maritim Prasetya Mandiri Bandar Lampung yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidodadi. Ketiganya tewas tenggelam saat berwisata di Bendungan Sungai Way Sabu, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran pada Senin (24/02/2025).
Dua jenazah, yakni Rizki Kurniawan dan Riky Anggar, berhasil dievakuasi pada Senin sore sekitar pukul 14.30 WIB oleh warga dan anggota Marinir Brigif 4. Keduanya ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian di Bendungan Sungai Way Sabu.
Sementara itu, jenazah korban ketiga, Dedi M.S., ditemukan pada Selasa (25/02/2025) sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di Muara Way Sabu. Pencarian korban dilakukan sejak Senin sore oleh tim gabungan yang terdiri dari warga dan anggota Yonif 9 Marinir. Jenazah akhirnya ditemukan oleh seorang warga bernama Zulkifli dan rombongannya pada pukul 11.30 WIB. Setelah ditemukan, jenazah diserahkan kepada tim Basarnas Lampung dan kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Gunung Sulah, Bandar Lampung.
Kepala Desa Batu Menyan, Syahruji, mengungkapkan bahwa pencarian jenazah Dedi M.S. telah dilakukan sejak Senin (24/02/2025) oleh gabungan anggota Yonif 9 Marinir dan masyarakat Dusun Marga Dalom, Dusun Way Sabu, serta perangkat Desa Batu Menyan. Tim pencari menyusuri aliran sungai dari bendungan hingga ke muara hingga pukul 19.00 WIB, namun harus dihentikan sementara akibat tingginya intensitas hujan.
Pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa (25/02/2025) sejak pukul 06.30 WIB dengan metode yang sama, yakni menyusuri sungai dari lokasi kejadian hingga ke muara. “Alhamdulillah, pada Selasa, 25 Februari 2025, pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari anggota Yonif 9 Marinir, warga, Lanal, relawan, serta Basarnas membuahkan hasil. Jenazah Dedi M.S. ditemukan oleh warga Way Sabu, Pak Zulkifli, beserta rombongannya. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian diserahkan kepada tim Basarnas untuk dibawa ke rumah duka,” ujar Kepala Desa Syahruji.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Proses pencarian yang melibatkan berbagai pihak menunjukkan solidaritas yang tinggi dalam upaya evakuasi korban. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. (Red)