BPBD Lampung Kaji Strategi Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino

Bandar Lampung, lampungkita.id Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mempertimbangkan langkah-langkah strategis guna mengatasi dampak kekeringan akibat El Nino Godzilla. Upaya ini mencakup kombinasi antara penerapan teknologi modifikasi cuaca serta pendekatan spiritual bersama seluruh lapisan masyarakat.

Langkah preventif tersebut diambil menyusul prediksi puncak musim kemarau yang diperkirakan akan memecahkan rekor suhu terpanas di Indonesia pada tahun ini. Pemerintah berupaya memastikan ketersediaan sumber air tetap terjaga meskipun curah hujan di wilayah Bumi Ruwa Jurai terpantau sangat rendah.

Opsi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kini tengah dikaji secara mendalam bersama instansi terkait untuk memicu turunnya hujan buatan di titik-titik rawan. Teknologi ini diharapkan mampu mengisi kembali waduk serta embung yang mulai mengering agar kebutuhan air bagi sektor pertanian tetap terpenuhi.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengungkapkan pendekatan non-teknis melalui jalur keagamaan juga menjadi bagian dari imbauan resmi pemerintah. Ia mengajak para tokoh agama serta kelompok masyarakat untuk menggelar salat Istisqa secara berjemaah guna memohon turunnya hujan di tengah teriknya cuaca.

“Kita membuka peluang untuk operasi modifikasi cuaca untuk menurunkan hujan, kita juga mengimbau kelompok Islam misalnya untuk melakukan shalat istisqo,” ujar Wahyu Hidayat, Selasa 7 April 2026.

Sinergi antara ikhtiar saintifik dan doa bersama dinilai menjadi kekuatan penting dalam menghadapi cobaan fenomena alam yang sangat ekstrem. BPBD berharap melalui berbagai upaya terpadu ini maka risiko gagal panen serta krisis air bersih dapat ditekan semaksimal mungkin.

Kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat selama masa sulit kemarau panjang. Pemerintah terus berkomitmen memberikan solusi terbaik demi memastikan keselamatan serta kesejahteraan warga tetap menjadi prioritas utama. (*)