Bandar Lampung, lampungkita.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mewanti-wanti masyarakat agar segera melakukan manajemen penggunaan air secara ketat menghadapi puncak El Nino Godzilla. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat durasi musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih lama hingga mencapai enam bulan ke depan.
Fase musim panas yang diperkirakan berlangsung hingga bulan September mendatang menuntut kesadaran kolektif dalam menjaga ketersediaan sumber air. Pemerintah daerah mendorong warga untuk mulai memprioritaskan penggunaan air hanya untuk kebutuhan pokok seperti konsumsi dan kebersihan dasar.
Manajemen stok air bersih menjadi kunci utama agar setiap rumah tangga tidak mengalami krisis pasokan di tengah cuaca ekstrem yang menyengat. Masyarakat diminta memastikan bak penampungan air selalu dalam kondisi optimal guna mengantisipasi penurunan debit air pada sumur-sumur warga.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat menekankan pentingnya efisiensi penggunaan sumber daya air sejak dini sebelum memasuki puncak kekeringan. Ia menilai persiapan yang matang di tingkat keluarga akan sangat membantu kerja pemerintah dalam melakukan distribusi bantuan air bersih nantinya.
“Perlu ada manajemen air supaya memastikan kebutuhan air minum terpenuhi, air bersih terpenuhi, karena panas tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang,” ujar Wahyu Hidayat, Selasa 7 April 2026.
Koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta dinas terkait terus diperkuat guna memastikan titik-titik distribusi bantuan air tetap berjalan lancar. BPBD juga menyiapkan armada tangki air yang siap dikirimkan ke wilayah-wilayah yang mengalami kelangkaan air paling parah.
Kemandirian masyarakat dalam menjaga sumber air di lingkungan masing-masing sangat diharapkan guna memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana hidrometeorologi kering. Sinergi yang kuat akan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meskipun rekor suhu terpanas melanda wilayah Lampung. (*)






