Bandar Lampung, lampungkita.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedap Malam terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi produk olahan pangan berbahan dasar hasil pertanian. Salah satu produk yang menjadi unggulan kelompok tersebut adalah es balon daun pakcoy, yaitu minuman beku yang dibuat dari daun pakcoy segar yang dipadukan dengan susu. Produk ini tidak hanya menghadirkan cita rasa yang menyegarkan, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan sehingga dapat menjadi alternative minuman sehat bagi masyarakat.
KWT Sedap Malam yang berlokasi di Jalan Kiwi 5 Nomor 52, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandarlampung, merupakan kelompok yang aktif mengembangkan berbagai inovasi olahan hasil pertanian. Kelompok ini berdiri pada 19 Oktober 2019 dan diresmikan pada 24 Oktober 2019. Sejak berdiri, KWT Sedap Malam terus berupaya memanfaatkan potensi hasil pertanian di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan perekonomian anggotanya.
Ketua KWT Sedap Malam, Suyatmi, mengatakan pemanfaatan daun pakcoy sebagai bahan utama pembuatan es balon bukan tanpa alasan. Menurutnya, tanaman pakcoy sudah menjadi komoditas yang identik dengan kelompok tersebut sehingga muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual.
“Kami memilih daun pakcoy karena sudah menjadi ciri khas KWT Sedap Malam. Selama ini masyarakat lebih mengenal pakcoy sebagai sayuran untuk dimasak. Karena itu kami mencoba mengolahnya menjadi es balon agar tampil lebih menarik, terutama bagi anak-anak yang biasanya kurang menyukai sayuran,” ujar Suyatmi, saat ditemui di Rumah Produksi KWT Sedap Malam, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut Suyatmi, inovasi tersebut juga menjadi salah satu upaya kelompok dalam meningkatkan konsumsi sayuran di masyarakat. Dengan mengolah pakcoy menjadi minuman beku yang dipadukan dengan susu, diharapkan masyarakat dapat menikmati manfaat sayuran dalam bentuk yang lebih praktis dan memiliki cita rasa yang disukai berbagai kalangan.
“Dalam proses pembuatannya, daun pakcoy yang digunakan merupakan daun segar yang telah dipilih terlebihi dahulu. Selanjutnya daun dicuci hinga bersih untuk menjaga kualitas dan kebersihan bahan baku,” kata Suyatmi.
Selanjutnya, Suyatmi bilang, daun pakcoy diblender hingga halus, kemudian dicampurkan dengan susu sampai merata. Adonan yang telah selesai kemudian dimasukkan ke dalam freezer selama kurang lebih tiga hingga lima jam hingga siap dipasarkan kepada konsumen.
Selain menawarkan rasa yang segar, daun pakcoy juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Sayuran ini mengandung vitamin A, vitamin C, kalsium, kalium, dan berbagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan tulang, menjaga fungsi jantung, mendukung kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu menurunkan risiko berbagai penyakit.
“Seluruh proses produksi dilakukan secara gotong royong oleh seluruh anggota KWT Sedap Malam. Setiap anggota memiliki tugas masing-masing, mulai dari menyiapkan bahan baku, mengolah produk, melakukan pengemasan, hingga mebantu memasarkan hasil produksi. Sistem kerja sama tersebut menjadi salah satu kekuatan kelompok dalam menjaga keberlangsungan usaha,” ucapnya.
Meski demikian, dalam menjalankan usahanya KWT Sedap Malam masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah memperluas pemasaran agar produk semakin dikenal masyarakat. Selain itu, produk es balon juga memerlukan penyimpanan pada suhu dingin sehingga proses distribusi harus dilakukan dengan baik agar kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
“Kami terus berupaya menjaga kualitas produk sekaligus memperluas pemasaran. Harapannya semakin banyak masyarakat yang mengenal produk KWT Sedap Malam sehingga usaha ini dapat terus berkembang,” kata Suyatmi.
Es balon daun pakcoy dipasarkan dengan harga Rp 6.000 per bungkus yang berisi empat buah es balon. Harga tersebut dinilai cukup terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Hingga saat ini, pemasaran produk tidak hanya dilakukan di lingkungan sekitar KWT, tetapi juga telah menjangkau rumah sakit, masyarakat sekitar, lingkungan kampus, serta berbagai kegiatan yang melibatkan Camat.
“Respons masyarakat terhadap produk tersebut cukup menggembirakan. Banyak konsumen memberikan tanggapan positif karena produk memiliki rasa yang enak, menyegarkan, serta menawarkan cara baru menikmati sayuran. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang membeli produk tersebut sebagai alternative agar anak-anak lebih mudah mengonsumsi sayuran,” ujarnya.
Selain memproduksi es balon daun pakcoy, KWT Sedap Malam juga mengembangkan berbagai produk olahan lainnya, seperti nugget daun kelor, es krim daun kelor, dan cucuk gigi daun kelor. Berbagai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa hasil pertanian local dapat diolah menjadi produk yang kreatif, sehat, dan memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok.
Ke depan, KWT Sedap Malam berharap dapat memperluas jangkauan pemasraan, meningkatkan kapsitas produksi, serta terus menghadirkan inovasi produk berbahan dasar hasil pertanian local. Dengan demikian, kelompok ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi anggota kelompok wanita tani.
“Harapan kami semoga KWT Sedap Malam semakin maju, semakin banyak masyarakat yang mengenal dan membeli produk kami, serta semakin banyak inovasi yang dapat kami hasilkan. Dengan begitu, usaha ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok,” kata Suyatmi. (*)






