Jakarta, lampungkita.id – Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan pihaknya tengah menyisir ulang data 62,7 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran sekaligus memperbaiki tata kelola program.
Agustina mengatakan evaluasi dilakukan setelah ditemukan sejumlah persoalan dalam pendataan penerima manfaat. Ia menyenut, terdapat indikasi satu sekolah dilayani lebih dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sehingga berpotensi menimbulkan data ganda.
“Itu yang sekarang sedang kami sisir lagi datanya, karena terakhir itu sekitar 62,7 juta penerima manfaat. Kami sisir betul-betul, karena ternyata ada satu sekolah yang dilayani dua SPPG, kami lihat, ‘Oh ada indikasi nih bisa jadi dobel’,” ujar Agustina usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan pembenahan tersebut menjadi prioritas utama kepemimpinan baru BGN. Setelah data penerima manfaat selesai diverifikasi, BGN akan melanjutkan penataan basis data seluruh SPPG yang telah beroperasi.
“Jadi yang pertama kami perbaiki, 63 juta itu beneran enggak sih. Kalau itu berapa yang benar, lalu berapa yang seharusnya kami berikan,” ucap Agutina.
“Daerah-daerah mana, anak-anak yang mana yang memang harus kami dahulukan. Itu yang sekarang menjadi tugas kami,” katanya melanjutkan.
Selain menyisir penerima manfaat, BGN juga melakukan verifikasi terhadap sekitar 27.469 SPPG yang telah beroperasi. Seluruh titik layanan akan dicek secara langsung, termasuk melalui sistem penandaan lokasi (geo-tagging), untuk memastikan keberadaannya sesuai data.
“Itu benar-benar kami mau cek, nanti kami akan bikin database untuk penerima manfaat, database untuk SPPG, dan sebagainya. Data itu sangat penting, itu pembenahan pertama saya,” ujarnya.
Agustina mengatakan praktik penentuan lokasi SPPG sebelumnya lebih banyak didasarkan pada kepemilikan titik layanan. Tanpa mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.
“Pokoknya siapa yang punya titik, itu yang dikasih. Titik yang sekarang sudah terlanjur ada itu kami rapikan betul-betul,” ucap Agustina.
Pembenahan data tersebut, kata dia, juga akan menjadi dasar penyusunan skema insentif yang lebih adil bagi SPPG. Pemerintah berharap pelaksanaan Program MBG semakin efektif dan tepat sasaran dengan datanya yang lebih akurat. (*)






