lampungkita.id, Lampung Selatan – Serikat Buruh San Xiong (SBSX), mempertanyakan adanya sejumlah orang yang mengaku buruh PT San Xiong Steel Indonesia (SXSI) yang membela manajemen perusahan. Pembelaan tersebut dilakukan saat sidang pra peradilan Finny Fong di Pengadilan Negeri Tanjung karang pada Jumat, 7/8/2026
Sejumlah orang yang mengaku buruh PT SXSI itu membuat kehebohan diluar sidang pra peradilan karena menggelar unjuk rasa mendukung Finny Fong dan meminta pmbukaan blokir rekening milik PT SXSI.
Hadi Solihin, Ketua SBSX, mengaku heran ada sejumlah orang yang mengaku buruh dan membela manajemen PT SXSI, sementara 182 orang buruh PT SXSI sedang memperjuangkan upah dan BPJS ketenagakerjaan yang tidak dibayar PT SXSI lebih dari setahun di pengadilan PHI.
“Setahu saya, orang-rang yang membela manajemen PT SXSI dan berunjuk rasa saat sidang pra peradilan Finny Fong itu sudah bukan buruh PT SXSI. Mereka seudah resign, menerima kompensasi dan mencairkan JHT.” ungkap Hadi ungkap Hadi saat dihubungi media (8/8/2026).
Ia juga mengaku heran dengan tindakan sejumlah orang yang membela PT SXSI tersebut, pasalnya ada 182 orang buruh PT SXSI yang sedang berperkara di pengadilan PHI untuk meminta pembayaran upah dan BPJS ketenagakerjaan yang tidak dibayarkan sejak Mei 2025.
“Buruh PT SXSI itu sedang menuntut pembayaran upah dari PT SXSI di pengadilan PHI. Saya heran mengapa ada sejumlah orang yang mengaku buruh dan membela manajemen PT SXSI.” ujar Hadi.
“Kalau memang mereka buruh PT SXSI, harusnya ikut menuntut manajemen PT SXSI di pengadilan PHI bersama 182 orang buruh anggota SBSX”, tambahnya.
Hadi menegaskan, SBSX mendukung semua langkah APH untuk menuntaskan konflik manajemen PT SXSI dengan seadil-adilnya dan memberikan kepastian hukum bagi berjalannya operasional perusahaan.
“Kami mendukung dan mendorong Polda Lampung dan hakim persidangan untuk menuntaskan konflik hukum manajemen PT SXSI”, tegas Hadi.
“Untuk sejumlah orang yang mengaku buruh PT SXSI, jangan mau diadu domba dengan 182 orang buruh yang masih bertahan. Kalau mengaku buruh gabung bersama kami, bukan membela salah satu manajemen PT SXSI yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.” pungkasnya. (*)






