lampungkita.id, Bandar Lampung – Kondisi tanaman yang sudah berusia tua menjadi salah satu tantangan dalam menjaga produktivitas kakao di Provinsi Lampung. Tanaman tua juga lebih rentan mengalami serangan penyakit sehingga perlu mendapat perhatian melalui peremajaan.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Desti Arisandi mengatakan sebagian lahan kakao di Lampung saat ini sudah diisi tanaman yang berusia tua. Kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan tanaman dalam menghasilkan produksi secara optimal.
Menurut Desti, usia tanaman menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan perkebunan. Tanaman yang sudah tua cenderung mengalami penurunan produktivitas dan lebih mudah terserang penyakit.
“Kalau tanaman itu sebagian besar memang sudah tua semua. Jadi usia tanaman juga berpengaruh, karena tanaman tua sudah terlalu banyak pestisida di dalamnya, artinya banyak terserang penyakit,” ujar Desti, Kamis 27 Agustus 2026.
Persoalan tanaman tua juga terjadi pada sejumlah komoditas perkebunan lainnya di Lampung. Kondisi tanaman yang menurun membuat peremajaan diperlukan untuk menjaga produktivitas sekaligus memperbaiki kondisi kebun dalam jangka panjang.
Desti menjelaskan peremajaan menjadi salah satu bagian dari program pengembangan kakao di Lampung. Upaya tersebut diarahkan untuk mengganti tanaman yang sudah tua dengan tanaman baru yang diharapkan memiliki produktivitas lebih baik.
Selain berpengaruh terhadap hasil produksi, kondisi tanaman juga berkaitan dengan tingkat serangan organisme pengganggu tanaman. Karena itu, peremajaan perlu berjalan bersama dengan peningkatan kemampuan petani dalam merawat dan mengendalikan gangguan pada tanaman.
Dinas Perkebunan Provinsi Lampung mendorong peremajaan sebagai salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan produksi kakao. Dengan pembaruan tanaman yang sudah tua, produktivitas kebun diharapkan dapat dipertahankan dan meningkat secara bertahap. (*)






